Danantara Dihujani Kritik, SBY Bela Prabowo: Ini Demi Ekonomi Indonesia!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang baru saja diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menuai banyak sorotan. Sejumlah pihak mengkritik dan m...

Danantara Dihujani Kritik, SBY Bela Prabowo: Ini Demi Ekonomi Indonesia!
Bacakan Artikel

Peresmian Danantara ditandai dengan penandatanganan sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 yang mengubah aturan tentang BUMN, serta Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang tata kelola Danantara. Prabowo juga menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 terkait pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Danantara.

Dalam struktur organisasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara. Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Konsep sovereign wealth fund seperti Danantara bukanlah hal baru. Sejumlah negara telah memiliki lembaga serupa, seperti Government Pension Fund Global di Norwegia, Temasek Holdings di Singapura, serta Qatar Investment Authority di Qatar. Dana ini biasanya dikelola untuk investasi di berbagai sektor strategis, termasuk teknologi, energi terbarukan, dan rantai pasokan global.

Di tahap awal, Danantara akan mengonsolidasikan beberapa BUMN besar, seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Mind ID, dan Indonesia Investment Authority (INA).

Pilih Halaman: