Dari Butik Rumahan ke Fesyen Wastra Eksklusif, JJC Rumah Jahit Naik Kelas Berkat LinkUMKM BRI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Tren fesyen berbasis wastra Nusantara terus membuka peluang bagi pelaku usaha perempuan untuk tumbuh lebih besar. Momentum ini berhasil dimanfaatkan JJC Rumah Jahit, usaha fe...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Tren fesyen berbasis wastra Nusantara terus membuka peluang bagi pelaku usaha perempuan untuk tumbuh lebih besar. Momentum ini berhasil dimanfaatkan JJC Rumah Jahit, usaha fesyen asal Jakarta Utara, yang mengembangkan desain modern berbasis kain tenun dan berhasil memperluas pasar melalui dukungan ekosistem pemberdayaan LinkUMKM BRI.
Usaha ini menghadirkan produk fesyen yang memadukan kain tenun polos, tenun perca, serta bordir bermotif budaya Jakarta dan Nusantara. Sentuhan tradisional tersebut dikemas dalam desain modern yang relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini.
Produk yang paling diminati adalah outer kombinasi tenun dan bordir. Koleksi ini dirancang fleksibel untuk tampilan kasual hingga semi formal. Setiap desain diproduksi secara terbatas, maksimal 12 potong per model, sehingga memberi kesan eksklusif dan meningkatkan nilai produk di mata konsumen.
Keunggulan lain terletak pada layanan kustom. Pelanggan dapat menyesuaikan desain sesuai kebutuhan dan preferensi pribadi. Konsep ini sejalan dengan semangat โFor Women on the Moveโ, yang menempatkan kenyamanan dan mobilitas perempuan sebagai fokus utama.
Pemilik JJC Rumah Jahit, Jihan Astriningtrias, menuturkan usaha tersebut berawal dari langkah sederhana yang tumbuh menjadi bisnis berkelanjutan.
โJJC Rumah Jahit tidak dibangun di atas sebuah mimpi yang besar.โ
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pemerintah Klarifikasi Isu Kunjungan ke Italia, Prabowo Fokus Perkuat Kerja Sama...
- Kolaborasi Strategis Bersama APTISI, SURGE Wujudkan Revolusi Pendidikan Digital...