Dolar AS Makin Perkasa, Yen dan Euro Kompak Tertekan
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis (9/10/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (10/10/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah yen Jepang melemah ke l...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis (9/10/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (10/10/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah yen Jepang melemah ke level terendah sejak pertengahan Februari.
Mengutip CNBC International, pelemahan yen terjadi setelah Perdana Menteri terpilih Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan pandangan soal kebijakan fiskal dan arah nilai tukar. Yen sempat menguat sesaat setelah Takaichi menegaskan tidak ingin memicu penurunan berlebihan pada mata uangnya, namun kembali melemah ke posisi terendah hariannya.
“Kami memang melihat ada sedikit kenaikan di sana, setidaknya itu menunjukkan mereka memperhatikan, tetapi kami belum tahu apa arti ‘berlebihan’ dalam konteks yang mereka toleransi,” ujar Adam Button, Kepala Analis Valuta Asing di investingLive, Toronto.
Dolar terakhir tercatat naik 0,24% menjadi 153,04 yen setelah sempat menyentuh 153,21, posisi tertinggi sejak 13 Februari. Yen tertekan sepanjang pekan ini karena pasar khawatir Takaichi akan menjalankan kebijakan fiskal yang lebih longgar.
Namun, pelemahan yen mulai tertahan setelah pelaku pasar menilai ruang bagi pemerintah Jepang untuk menggelontorkan stimulus ekonomi cukup terbatas. “Pelaku pasar mulai lebih skeptis terhadap kemampuan pemerintahan Takaichi untuk meloloskan stimulus fiskal besar dan menentang rencana pengetatan Bank of Japan,” kata Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar di Corpay, Toronto.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...