Dolar AS Nyungsep! Terungkap Ini Penyebabnya!
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Dolar AS mengalami penurunan yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan hari Rabu (30/10/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (31/10/2024) WIB. Greenback merosot ter...
Sementara itu, euro naik 0,37% menjadi US$1,0858, sementara dolar AS stagnan di angka 153,40 yen. Data pertumbuhan Jerman dan inflasi regional lebih baik dari yang diperkirakan, menyebabkan trader memangkas taruhan terhadap pemotongan suku bunga besar dari Bank Sentral Eropa pada bulan Desember. Ekonomi zona euro tumbuh 0,4% pada kuartal ketiga, lebih tinggi dari 0,2% yang diperkirakan oleh para ekonom.
Dolar Australia yang sempat jatuh ke US$0,6537 untuk pertama kalinya sejak 8 Agustus, setelah data menunjukkan inflasi melambat ke level terendah dalam 3,5 tahun, kini naik 0,2% menjadi US$0,6575.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%