Dolar AS Tersungkur karena Sentimen Tarif Trump, Yen Melonjak Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga BOJ

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS mengalami tekanan hebat pada akhir perdagangan Kamis (20/2/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (21/2/2025) WIB. Mata uang ini melemah terhadap mayoritas mata uan...

Dolar AS Tersungkur karena Sentimen Tarif Trump, Yen Melonjak Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga BOJ
Bacakan Artikel

Euro memanfaatkan momentum ini dan naik 0,7% ke US$1,0499 setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Sementara itu, dolar AS melemah 0,7% terhadap franc Swiss ke level 0,8979 franc.

Tekanan terhadap dolar juga muncul dari laporan manufaktur di wilayah Mid-Atlantic AS. Indeks manufaktur Philadelphia Fed anjlok 26,2 poin menjadi 18,1 di Februari, yang merupakan penurunan terdalam dalam hampir lima tahun.

Yen Jepang menjadi pemenang besar kali ini. Mata uang ini sempat mencapai 149,40 per dolar AS sebelum stabil di 149,77, menguat 1,1%. Pelaku pasar mulai mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan Trump dan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ.

BOJ tampaknya siap melanjutkan kebijakan normalisasi suku bunga. Gubernur BOJ Kazuo Ueda bertemu dengan Perdana Menteri Shigeru Ishiba untuk membahas ekonomi dan pasar keuangan.

Analis optimistis yen masih punya ruang untuk menguat lebih jauh. "Kami sudah lama bullish terhadap yen dan masih bertahan. Seharusnya nilai tukarnya lebih dekat ke 120 atau 130 yen per dolar AS," tulis David Rosenberg, Presiden Rosenberg Research.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: