Ekonom INDEF Ungkap Dampak Penurunan Komisi Ojol 8% terhadap Masa Depan Aplikator

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman menyoroti langkah aplikator yang melakukan penyesuaian komisi terhadap ojek online....

Ekonom INDEF Ungkap Dampak Penurunan Komisi Ojol 8% terhadap Masa Depan Aplikator
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman menyoroti langkah aplikator yang melakukan penyesuaian komisi terhadap ojek online. Sebagaimana diketahui, para perusahaan teknologi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kini menjalankan skema bagi hasil baru.

GOTO misalnya, melalui aturan anyar tersebut, mitra pengemudi untuk layanan roda dua atau GoRide akan menerima 92% dari setiap pendapatan perjalanan. Adapun Gojek kini hanya akan menetapkan potongan komisi sebesar 8%. Angka ini turun drastis dibandingkan kebijakan sebelumnya sebesar 20%.

Rizal menilai langkah aplikator seperti Gojek menyesuaikan skema bagi hasil merupakan bentuk adaptasi positif. Ini menjadi respons perusahaan terhadap arahan pemerintah. Rizal melihat kebijakan ini sebagai upaya mencari titik tengah. Perusahaan berusaha patuh pada regulasi sekaligus menjaga kesejahteraan mitra dan keberlanjutan bisnis digital.

โ€œLangkah ini dapat dilihat sebagai titik tengah antara kepatuhan terhadap arahan pemerintah, upaya menjaga kesejahteraan mitra, dan kebutuhan menjaga sustainability bisnis digital nasional,โ€ ujar Rizal pada Kamis (21/5).

Rizal berpendapat GoTo masih memiliki ruang bertahan yang cukup besar. Hal ini karena kekuatan utama perusahaan tidak hanya bergantung pada layanan transportasi online. GoTo didukung ekosistem digital yang terintegrasi, mulai dari layanan mobilitas, pengantaran, hingga keuangan digital atau fintech.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: