Gubernur BI Perry Warjiyo, Kredit Perbankan Tumbuh 9,98% pada April 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Mei 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026), mengemukakan, kredit perbankan pada April 20...

Gubernur BI Perry Warjiyo, Kredit Perbankan Tumbuh 9,98% pada April 2026
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Mei 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026), mengemukakan, kredit perbankan pada April 2026 tumbuh sebesar 9,98% (yoy). Ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 9,49% (yoy).

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada April 2026 masing-masing tumbuh sebesar 19,48% (yoy), 6,04% (yoy), dan 6,13% (yoy).

BI memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.551,42 triliun atau 22,57% dari plafon kredit yang tersedia, serta memadainya kapasitas pembiayaan bank tecermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39% dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 11,39% (yoy) pada April 2026.

Efisiensi suku bunga perbankan juga dapat ditingkatkan, dimana pada April 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73% dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,16%. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan kebijakan RIM dan KLM untuk terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan perbankan.

Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK juga terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2