Habis Naik Gegara Data Tenaga Kerja, Dolar Tiba-Tiba Ambruk! Ternyata Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada penutupan perdagangan Senin (9/6/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (10/6/...

Habis Naik Gegara Data Tenaga Kerja, Dolar Tiba-Tiba Ambruk! Ternyata Ini Penyebabnya
Bacakan Artikel

Sementara itu, euro menguat 0,3% terhadap dolar AS dan berada di US$1,1423. Pasar masih merespons kebijakan moneter Bank Sentral Eropa yang kemungkinan akan mengakhiri siklus pelonggaran suku bunganya.

Poundsterling juga ikut menguat terhadap dolar AS sebesar 0,3% ke level US$1,3558.

“Dolar kesulitan menemukan arah yang jelas setelah rilis data pekan lalu, dan tampaknya pada paruh kedua tahun ini, The Fed harus bersikap lebih dovish untuk mendukung kondisi keuangan,” ujar Juan Perez, Direktur Trading di Monex USA, Washington.

“Jika ekonomi AS mulai goyah, maka tidak ada alasan kuat untuk tetap menaruh kepercayaan jangka panjang pada dolar,” tambah Perez.

Di pasar Asia, yuan offshore China stabil di kisaran 7,18 per dolar AS. Sementara itu, dolar Selandia Baru naik 0,5% menjadi US$0,6045 dan dolar Australia menguat 0,3% ke US$0,6515. Kenaikan terjadi di tengah volume perdagangan yang ringan karena libur nasional di Australia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: