Habis Naik Gegara Data Tenaga Kerja, Dolar Tiba-Tiba Ambruk! Ternyata Ini Penyebabnya
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada penutupan perdagangan Senin (9/6/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (10/6/...
Kit Juckes, Kepala Strategi Valuta Asing di Societe Generale, mengatakan bahwa hasil dari pertemuan dagang AS-China akan sangat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. “Bagaimana jalannya pembicaraan dagang ini akan sangat menentukan arah pasar,” ujar Juckes.
Menurutnya, mata uang Asia Pasifik seperti yen Jepang, serta dolar Australia dan Selandia Baru, berpotensi mengalami reaksi terbesar terhadap perkembangan dari pembicaraan tersebut.
Dari sisi kebijakan, investor juga menunggu data inflasi AS untuk bulan Mei yang akan dirilis akhir pekan ini. Data ini dinilai penting untuk melihat sejauh mana kebijakan tarif berdampak pada inflasi.
Pejabat The Fed sejauh ini memberi sinyal belum akan terburu-buru memangkas suku bunga. Ketahanan ekonomi yang masih terlihat justru memperkuat posisi mereka.
Berdasarkan data dari LSEG, investor memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebesar 25 basis poin baru akan terjadi paling cepat pada Oktober 2025.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...