Kuartal III 2022 Laba Bersih Mitratel Melesat 18,1% jadi Rp1,22 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, Perusahaan yang bergerak di bidangpenyediaan infrastruktur digital dantelekomunikasi independen, berhasilmencatatkan k...

Kuartal III 2022 Laba Bersih Mitratel Melesat 18,1% jadi Rp1,22 Triliun
Bacakan Artikel

“Mitratel memastikan kinerja bisnis penyewaan menara perseroan kompetitif dibandingkan industri. Selain itu, Mitratel terus meningkatkanprofitabilitas di bisnis lainnya,” Lanjut Teddy.

Seiring positifnya kinerja pendapatan dan laba perusahaan, aset perusahaan tercatat meningkat 37% menjadi Rp54,9 triliun dan ekuitas juga meningkat 124% menjadi Rp33,2 triliun. Adapun liabilitas MTEL pada September 2022 berhasilturun 14,1% menjadi Rp21,7 triliun.

Perusahaan Independen Menara Terbesar di Asia Tenggara

Positifnya kinerja keuangan Mitratel hinggalkuartal III 2022 didukung oleh fundamental bisnisperusahaan, terutama dari sisi kinerjaoperasional. Teddy menjelaskan pada kuartal IIIini perusahaan telah berhasil mengakuisisi 6.000tower milik PT Telekomunikasi Selular(Telkomsel). Aksi korporasi ini telah menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggaradengan kepemilikan 35.051 tower 50.390 tenant.

Aksi inorganik yang agresif dibarengi dengan perkembangan organik membuat Mitratel mengalami pertumbuhan tower dan tenant terbesar di Indonesia.

Teddy menjelaskan penambahan jumlah towerini menjadi modal kuat bagi perusahaan untukmelakukan ekspansi dan mendukung akselerasi implementasi jaringan 5G di Indonesia. Langkah ini juga memberikan peluang positif bagi operator telekomunikasi dan para tenant untuk memperluas jangkauan layanannya, termasukbisnis penunjang lainnya.

“Untuk bisnis jaringan fiber optik, kami menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan jaringan sepanjang 9.000kilometer hingga akhir tahun 2022. Jaringan fiberoptik merupakan solusi connectivity berkapasitastinggi untuk mendukung implementasi jaringan5G. Hal ini sejalan dengan pengembangan bisnis kami menuju Digital Infrastructure Company,“tutur Teddy.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: