LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan, Berlaku Hingga Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Kebijakan ini berlaku bagi simpanan dalam Rupiah di bank umum dan Bank Perekon...

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan, Berlaku Hingga Mei 2026
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Kebijakan ini berlaku bagi simpanan dalam Rupiah di bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR). LPS juga tidak mengubah TBP simpanan valuta asing di bank umum.

TBP simpanan Rupiah pada Bank Umum tetap berada di level 3,50%. Untuk TBP simpanan Rupiah pada BPR, besarannya adalah 6,00%. Sementara itu, TBP simpanan valas pada bank umum dipatok sebesar 2,00%. Tingkat bunga tersebut berlaku mulai 1 Februari sampai dengan 31 Mei 2026.

Ferdinan D. Purba, Pgs. Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, memberikan penjelasan. Penetapan ini berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Senin, 19 Januari 2026. Pihaknya mempertimbangkan kondisi likuiditas perbankan dan tren suku bunga pasar yang menurun.

“Keputusan penetapan TBP LPS dilakukan secara kredibel dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain tingkat suku bunga pasar (SBP) untuk simpanan yang trennya relatif menurun, jumlah simpanan di perbankan yang tumbuh positif dengan kondisi likuiditas perbankan yang memadai, tingkat cakupan penjaminan simpanan yang jauh di atas mandat Undang-Undang, serta pertimbangan prospek dan momentum pertumbuhan ekonomi dan risiko makroekonomi global dan nasional. Kami berharap agar perbankan senantiasa memperhatikan TBP dalam rangka penghimpunan simpanan dari nasabah,” ujar Ferdinan di Jakarta, dikutip Jumat (23/1/2026).

Kondisi industri perbankan nasional saat ini dinilai tetap terjaga kuat. Kredit perbankan per Desember 2025 tercatat tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini mendapat sokongan dari penyaluran kredit investasi yang tinggi.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: