Menteri ESDM: Lima Smelter Mineral Logam Capai Progress di Atas 50%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Arifin Tasrif, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI  melaporkan, saat ini sudah terdapat lima badan usaha yang te...

Menteri ESDM: Lima Smelter Mineral Logam Capai Progress di Atas 50%
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Arifin Tasrif, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI  melaporkan, saat ini sudah terdapat lima badan usaha yang telah memiliki kemajuan progress pembangunan pabrik pemurniannya (smelter) konsentrat mineral logam di atas 50%.

Untuk memastikan pembangunan fasilitas pemurnian dapat diselesaikan dan memperhatikan adanya pandemi Covid-19, diperlukan payung hukum yang menjadi dasar pemberian kesempatan penjualan hasil pengolahan mineral logam bagi komoditas tertentu serta relaksasi ekspor konsentrat, dengan tetap dikenakan sanksi denda atas keterlambatan.

"Berdasarkan verifikator Independen, sebanyak lima badan usaha telah memiliki kemajuan pembangunan fasilitas pemurnian konsentrat mineral logam di atas 50%, yaitu, PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Industri (komoditas tembaga), PT Sebuku Iron Lateritics Ore (komoditas besi), PT Kapuas Prima Citra (komoditas timbal), dan PT Kobar Lamandau Mineral (komoditas seng)," ujar Arifin di Jakarta, dikutip Selasa (30/5).

Sementara itu, untuk komoditas bauksit, Arifin menambahkan, dari rencana 12 fasilitas pemurnian, empat smelter sudah beroperasi dan 8 smelter dalam tahap pembangunan. Namun berdasarkan peninjauan di lapangan, terdapat perbedaan yang signifikan dengan hasil verifikator independen.

"Pada tujuh lokasi smelter masih berupa tanah lapang walaupun dalam laporan hasil verifikasi ditunjukkan kemajuan pembangunan berkisar antara 32% hingga 66%," ungkap Arifin.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2