OJK dan BEI Ungkap Respon MSCI: Diapresiasi, Tapi Minta Bukti Nyata Reformasi Pasar Modal
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan catatan penting bagi masa depan pasar modal Indonesia. Lembaga indeks global ini meminta bukti nyata dari delapan renca...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan catatan penting bagi masa depan pasar modal Indonesia. Lembaga indeks global ini meminta bukti nyata dari delapan rencana aksi reformasi yang diajukan otoritas. MSCI tidak ingin sekadar melihat komitmen di atas kertas atau dokumen proposal semata.
Kabar ini terungkap saat sesi doorstop dengan Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Turut hadir Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik dalam pertemuan tersebut. Keduanya memberikan keterangan pers terkait hasil pertemuan terbaru dengan MSCI di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2/2026).
Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan pihak MSCI sebenarnya mengapresiasi seluruh usulan dari Indonesia. Namun implementasi di lapangan menjadi poin paling krusial bagi mereka saat ini. Langkah nyata dari setiap poin rencana aksi menjadi harga mati untuk meningkatkan kepercayaan pasar global.
"Mereka tidak mau terima hanya proposal saja. Jadi buat mereka yang penting adalah realisasi dari action plan kita," ujar Friderica Widyasari Dewi.
OJK dan SRO kini bergerak cepat melakukan koordinasi rutin secara berkala. Hal ini dilakukan untuk melaporkan setiap perkembangan pertemuan dengan MSCI kepada publik. OJK berkomitmen menjaga transparansi dalam setiap tahapan reformasi yang sedang berjalan.
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menambahkan komunikasi dengan MSCI berlangsung sangat intensif. Pertemuan di level teknis bahkan dilakukan setiap minggu tanpa henti. Pembahasan ini mencakup metodologi yang sangat mendalam terkait pengelolaan data pasar.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...