OJK dan BEI Ungkap Respon MSCI: Diapresiasi, Tapi Minta Bukti Nyata Reformasi Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan catatan penting bagi masa depan pasar modal Indonesia. Lembaga indeks global ini meminta bukti nyata dari delapan renca...

OJK dan BEI Ungkap Respon MSCI: Diapresiasi, Tapi Minta Bukti Nyata Reformasi Pasar Modal
Bacakan Artikel

“Membicarakan metodologi yang lebih teknis terkait misalnya granularisasi data. Itu harus dibahas di level yang sangat teknis untuk disesuaikan dengan metodologi yang digunakan oleh FTSE dan MSCI,” kata Jeffrey Hendrik.

Jeffrey Hendrik menegaskan pihak bursa siap memenuhi seluruh persyaratan yang diminta lembaga indeks global. Pihaknya optimistis seluruh target penyelesaian tetap sesuai jadwal pada April mendatang. Bursa akan mengirimkan seluruh hasil kerja sesuai kesepakatan dalam proposal tersebut.

“Berapapun kita siap untuk memastikan kita sudah dapat memenuhi seluruh ekspektasi dari Global Index Provider,” tegas Jeffrey.

Salah satu langkah nyata yang segera hadir adalah penguatan data kepemilikan saham yang lebih granular. BEI akan membuka data kepemilikan saham di atas 1% kepada publik. Informasi ini nantinya dapat diakses secara mudah melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan menjadi pihak yang mengimplementasikan keterbukaan data tersebut. Investor akan mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai struktur kepemilikan sebuah emiten.

Selain data kepemilikan, otoritas juga fokus pada pemenuhan saham beredar di publik atau free float. Batas minimal free float akan ditingkatkan dari 7,5% menjadi 15%. Kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap pada tahun pertama dan kedua.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: