OJK: Kredit Tumbuh 9,16%, DPK Naik 4,75% pada Maret 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga. Hal ini terungkap dalam keterangan resmi OJK di Jakarta, J...

OJK: Kredit Tumbuh 9,16%, DPK Naik 4,75% pada Maret 2025
Bacakan Artikel

Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA)Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga. Hal ini terungkap dalam keterangan resmi OJK di Jakarta, Jumat (09/5/2025).

Disebutkan, pada Maret 2025, misalnya, kredit tumbuh 9,16% yoy (Februari 2025: 10,30%) menjadi Rp7.908,42 triliun.  Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 13,36%. Ini diikuti oleh kredit konsumsi 9,32%, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 6,51% yoy.

Menurut OJK, ditinjau dari kepemilikan, bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, yaitu sebesar 9,54% yoy. Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 13,52%, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 1,95%, dengan kredit usaha kecil tumbuh tertinggi sebesar 8,65%, di tengah upaya perbankan yang berfokus pada pemulihan kualitas kredit UMKM.

Kontribusi sektor perbankan terhadap perekonomian nasional tidak hanya tercermin dari penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga melalui kepemilikan pada instrumen keuangan yang mendukung penguatan kebijakan fiskal dan moneter.

Per Maret 2025, perbankan mencatat kepemilikan sebesar 18% pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1.121,88 triliun, serta 59,05% pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp526,17 triliun. Hal ini mencerminkan peran aktif perbankan dalam mendukung stabilitas makroekonomi dan memperkuat fondasi pembiayaan negara.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: