Pasca Diakuisisi Manulife, Bagaimana Nasib Karyawan Schroders? Ini Kata Bos MAMI!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) resmi mengakuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) atau SIMI. Kesepakatan ini diumumkan Manuli...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –– PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) resmi mengakuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) atau SIMI. Kesepakatan ini diumumkan Manulife Wealth & Asset Management bersama Schroder Investment Management Limited.
Schroders sudah beroperasi di Indonesia sejak 1991 dan membangun bisnis manajemen investasi pada 1997. Selama hampir tiga dekade, Schroders menjadi pemain penting di industri, menempati posisi manajer investasi terbesar kelima di Indonesia sekaligus platform aset manajemen independen terbesar. Per Juni 2025, Schroders Indonesia mengelola dana lebih dari Rp56 triliun.
Afifa, CEO & President Director MAMI, menegaskan proses akuisisi masih berjalan dan menunggu persetujuan regulator. “Proses akuisisi SIMI oleh MAMI belum selesai, dan masih menunggu terpenuhinya beberapa persyaratan, termasuk persetujuan OJK. Tidak ada perubahan yang akan terjadi secara langsung, dan keputusan spesifik akan dibuat setelah mendapat persetujuan regulator,” ujarnya kepada stockwatch.id di Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Afifa menekankan karyawan Schroders akan tetap mendapat perhatian serius dalam proses ini. “Keinginan kami adalah untuk mengintegrasikan talenta dan kapabilitas SIMI ke dalam MAMI. Budaya investasi yang kuat, hubungan yang mendalam dengan nasabah, serta wawasan pasar lokal dari SIMI sangat kami hargai dan akan memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ke depan. Kami berkomitmen untuk menjaga stabilitas bagi para karyawan dan memastikan bahwa setiap perubahan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan rasa hormat,” jelasnya.
Terkait operasional, Afifa menegaskan layanan nasabah tetap berjalan normal. “Sementara ini, kedua perusahaan masih akan beroperasi secara independen di bawah merek masing-masing, dan memastikan semua layanan kepada nasabah berjalan seperti biasa tanpa gangguan. Kami juga menjaga komunikasi yang terbuka dengan tim internal dan nasabah, serta memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi. Fokus kami adalah menjaga stabilitas, kepercayaan, dan kenyamanan semua pihak selama proses ini berlangsung,” katanya.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%