Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya
STOCKWATCH.ID Pendapatan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) terctat sebesar Rp36,56 miliar sepanjang triwulan I 2026. Hasil ini turun 42,2% dibandingkan pendapatan BIPP di triwulan I 2025 yang mencapai Rp63,27 miliar. Penyebabnya adalah penurunan pendapatan BIPP di bidang real estat, sewa kantor, mal, dan padel sepanjang kuartal I 2026.
Dalam laporan keuangan BIPP per Maret 2026, dikutip Selasa (02/6/2026), terungkap beban langsung turun 34,83% dari Rp37,44 miliar menjadi Rp24,40 miliar. Meski begitu, laba kotor BIPP terpangkas sekitar 53%, dari Rp25,83 miliar menjadi Rp12,16 miliar di kuartal I 2026.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Pendapatan Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) Turun 42,2% di Kuartal I 2026, Ini Pe...
- BRI Perpanjang Promo KPR Solusi hingga Juni 2026, Bunga Mulai 2,50% dan Tenor Sa...
- BUMA Internasional Grup (DOID) Catat Pendapatan US$318 Juta, Rugi Turun 66% di K...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%