Prabowo Resmikan Proyek Raksasa RDMP Balikpapan Rp123 Triliun, Indonesia Siap Kurangi Impor BBM
STOCKWATCH.ID (BALIKPAPAN) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Peresmian Proyek Strategis Na...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut peresmian RDMP Balikpapan merupakan bagian dari Asta Cita Pemerintah butir ke-2. Program ini fokus memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.
“Percepatan pembangunan infrastruktur terintegrasi merupakan kolaborasi antara BUMN dan seluruh Kementerian dalam rangka mendorong asas swasembada energi,” jelas Menteri ESDM Bahlil.
Proyek raksasa ini menyerap investasi sekitar Rp123 triliun. RDMP Balikpapan tercatat sebagai proyek kilang terbesar di Indonesia. Kapasitas produksinya melonjak drastis menjadi 360 ribu barel per hari dari sebelumnya hanya 260 ribu barel per hari.
“Hari ini kita meresmikan RDMP Kilang Balikpapan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara EURO V yang tentunya lebih ramah lingkungan,” ujar Bahlil.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan peresmian ini wujud nyata peran Pertamina sebagai soko guru energi bangsa. Peran besar ini menuntut keberanian, disiplin tata kelola, dan inovasi demi kepentingan nasional.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...