Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran Banjir Dukungan dari Menteri-Menteri!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Program prioritas 3 Juta Rumah dari pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat dukungan lintas kementerian. Dalam dialog interaktif bertema "Program 3 Juta Rumah, Gotong Royong Mem...

Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran Banjir Dukungan dari Menteri-Menteri!
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Program prioritas 3 Juta Rumah dari pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat dukungan lintas kementerian. Dalam dialog interaktif bertema "Program 3 Juta Rumah, Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat" yang digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Jakarta pada Jumat (29/11), berbagai rencana untuk merealisasikan program ini dibahas secara mendalam.

Acara tersebut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Wamen PKP Fahri Hamzah, Menteri Investasi Rosan P. Roeslani, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

Wamen PKP Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa program ini dilandasi perhatian Presiden Prabowo terhadap masyarakat terbawah. โ€œMisinya bukan hanya membangun rumah, tapi juga memberantas kemiskinan. Banyak warga yang tinggal di pemukiman kumuh atau rumah tidak layak huni. Kami tidak ingin main-main dengan mandat rakyat,โ€ kata Fahri.

Salah satu langkah penting untuk mendukung program ini adalah peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 220.000 unit saat ini menjadi 800.000 unit pada 2025. Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut peningkatan ini diperlukan karena permintaan masyarakat sangat tinggi. โ€œSaat ini ada 46.000 aplikasi KPR BTN yang sudah disetujui, tetapi masih menunggu kuota FLPP dari negara,โ€ jelas Maruarar.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyambut baik rencana ini. Menurutnya, dana yang diperlukan untuk meningkatkan kuota FLPP menjadi 800.000 unit mencapai lebih dari Rp70 triliun, naik signifikan dari hampir Rp30 triliun saat ini. โ€œKami akan mencari sumber pendanaan alternatif, seperti penerbitan obligasi dan pinjaman luar negeri. Jika obligasi dijamin pemerintah, biayanya bisa lebih murah,โ€ ujar Nixon.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2