Simak! DBS Group Sampaikan 5 Poin Penting Ini, Membaca Arah Pasar di Tengah Tantangan Kuartal III 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - DBS Group Research merilis proyeksi ekonomi triwulan ketiga 2025 dengan fokus pada resiliensi Indonesia di tengah disrupsi global. Proyeksi ini bersamaan dengan keputusan Ban...

Simak! DBS Group Sampaikan 5 Poin Penting Ini, Membaca Arah Pasar di Tengah Tantangan Kuartal III 2025
Bacakan Artikel

Sementara itu, dengan The Fed AS yang juga diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter pada bulan depan, BI kemungkinan akan mempertahankan sikap dovish selama kuartal IV 2025.

 

Para pembuat kebijakan akan terus mendorong agar transmisi dari pemangkasan suku bunga sebesar 100 basis poin yang telah dilakukan sepanjang tahun ini dapat tersalurkan secara penuh ke dalam perekonomian.

Keempat, FDI diperkirakan memulih, seiring pemangkasan suku bunga dan stabilisasi rupiah imbal hasil obligasi Indonesia mulai menurun seiring dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Tren ini didukung oleh limpahan permintaan dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), surplus likuiditas, serta minat investor terhadap instrumen berimbal hasil tinggi.

Permintaan obligasi terkonsentrasi pada tenor pendek hingga menengah, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun juga mengalami penurunan meskipun kinerjanya tertinggal dibanding tenor yang lebih pendek.

Pergerakan ini menunjukkan respons pasar obligasi terhadap ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif serta kondisi likuiditas yang memadai di pasar domestik. Kondisi tersebut membuka ruang bagi BI untuk melakukan penyesuaian kebijakan suku bunga sesuai perkembangan ekonomi.

Melengkapi prospek positif tersebut, Equities Specialist DBS Group Research Maynard Arif mengungkapkan bahwa pasar saham Indonesia menunjukkan rotasi menarik ke saham-saham big caps berkualitas yang dinilai lebih tahan terhadap volatilitas global.

 

Meskipun indeks LQ45 dan IDX30 mengalami kinerja di bawah rata-rata hingga Juli 2025, valuasi pasar saat ini masih relatif menarik dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, sehingga membuka peluang bagi investor yang mencari stabilitas sekaligus potensi pertumbuhan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: