Info Terkini, Prospek Pasar Global dan Peluang Investasi di Asia pada Semester I 2026 Menurut Manulife Investment Management
STOCKWATCH.ID (HONG KONG) โ Manulife Investment Management (MIM) merilis outlook pasar dan investasi Asia di paruh pertama 2026. MIM menyoroti kondisi ekonomi global yang kini lebih jelas, kebijakan p...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (HONG KONG) โ Manulife Investment Management (MIM) merilis outlook pasar dan investasi Asia di paruh pertama 2026. MIM menyoroti kondisi ekonomi global yang kini lebih jelas, kebijakan pemerintah yang makin terbuka, serta posisi Asia yang tetap kuat sebagai sumber pertumbuhan dan diversifikasi bagi investor.
Dengan inflasi yang mulai turun dan kebijakan moneter yang semakin longgar, MIM menilai bahwa kondisi saat ini lebih mendukung untuk mengambil risiko secara selektif di pasar saham, obligasi, dan portofolio multi-aset di Asia.
Pertumbuhan ekonomi global pada awal 2026 diperkirakan tetap stabil. Hal ini didukung oleh penurunan suku bunga secara bertahap, kinerja korporasi yang kuat, serta investasi yang terus berlanjut pada tema-tema yang meningkatkan produktivitas seperti kecerdasan buatan dan digitalisasi.
Meski masih ada risiko geopolitik dan tantangan fiskal di negara-negara maju, Asia tetap menarik bagi investor karena permintaan domestiknya yang kuat, kebijakan yang lebih fleksibel, dan reformasi struktural yang terus menjadi landasan daya tarik investasi jangka panjangnya.
Yuting Shao, Senior Global Macro Strategist, menyampaikan, dirinya yakin kondisi makro global semakin seimbang seiring pasar bergerak melampaui volatilitas ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Shao mengatakan, menuju 2026, kondisi makroekonomi global terlihat lebih jelas dibanding sebelumnya. Inflasi mulai turun di banyak negara besar, sehingga bank sentral dapat kembali fokus mendorong pertumbuhan ekonomi daripada hanya menahan kenaikan harga.
โWalaupun ketidakpastian kebijakan dan risiko geopolitik masih ada, arah kebijakan moneter kini lebih mudah diprediksi. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi investor, baik secara global maupun di Asia,โ katanya dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pemerintah Klarifikasi Isu Kunjungan ke Italia, Prabowo Fokus Perkuat Kerja Sama...
- Kolaborasi Strategis Bersama APTISI, SURGE Wujudkan Revolusi Pendidikan Digital...