Begini Penjelasan Ekonom Bank Mandiri, Inflasi Terkendali Jadi Modal Konsumsi Domestik Menopang Pertumbuhan 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Tingkat konsumsi masyarakat menunjukkan perbaikan di pengujung tahun 2025, sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kondis...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Tingkat konsumsi masyarakat menunjukkan perbaikan di pengujung tahun 2025, sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kondisi ini diperkirakan berlanjut pada awal tahun 2026, dengan dukungan berbagai program dan stimulus pemerintah, serta dorongan musiman Ramadan dan Idul Fitri di Kuartal I 2026 yang secara historis memperkuat permintaan domestik.
Terjaganya konsumsi masyarakat tercermin dari data inflasi nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat, tingkat inflasi tetap terkendali sebesar 2,92% secara tahunan (year on year/YoY) pada Desember 2025. Capaian tersebut masih berada dalam kisaran target inflasi pemerintah tahun 2025, yakni 1,5โ3,5 persen, yang mencerminkan stabilitas harga di tengah aktivitas ekonomi yang terus berlangsung.
Secara lebih rinci, pada Desember 2025 tercatat inflasi sebesar 0,64% secara bulanan (month on month/MoM). Secara historis, inflasi cenderung meningkat pada periode akhir tahun, seiring dengan naiknya permintaan masyarakat yang dipengaruhi oleh momentum perayaan Nataru.
โKenaikan ini mencerminkan menguatnya konsumsi masyarakat pada akhir tahun,โ ujar Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Daya beli masyarakat juga terpantau mengalami penguatan, tercermin dari pergerakan tingkat inflasi inti. Pada Desember 2025, inflasi inti tercatat meningkat sebesar 0,20% MoM, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,17% MoM. Inflasi inti ini umumnya mencerminkan dinamika permintaan domestik yang relatif lebih stabil dan berkelanjutan.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah
- Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Eufor...