Hashim Adik Prabowo Tegaskan Tidak Akan Jadi Menteri di Pemerintahan Baru!
STOCKWATCH.ID (BEKASI) - Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik kandung Presiden terpilih Prabowo Subianto, menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjadi menteri dalam pemerintahan baru. Pernyataan ini dis...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (BEKASI) - Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik kandung Presiden terpilih Prabowo Subianto, menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjadi menteri dalam pemerintahan baru. Pernyataan ini disampaikan Hashim saat memberikan sambutan di acara BTN ESG, peluncuran Pilot Project Rumah Rendah Emisi di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, pada Kamis (29/8).
Di hadapan Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu Hashim dengan tegas mengatakan bahwa dirinya, tidak akan menjadi menteri apapun di pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. โPak Erick ya. Saya hanya akan menjadi mitra pemerintah yang baru," tegasnya.
Hashim juga mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan hal ini kepada Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam rapat sebelumnya. "Saya sudah sampaikan ke Pak Nixon waktu itu," tambah Hashim.
Lebih lanjut, Hashim menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan komersial dalam pemerintahan yang akan datang. "Saya mau sampaikan juga, sebetulnya saya tidak ada kepentingan komersial, Pak Erick. Saya pernah dulu memiliki pabrik semen cukup terbesar di Indonesia, semen Cibinong, semen Nusantara," ujarnya.
Pernyataan Hashim ini sekaligus menepis spekulasi mengenai keterlibatannya dalam kabinet Prabowo-Gibran. Ia mengemukakan bahwa perannya akan lebih fokus sebagai mitra strategis yang mendukung visi pemerintahan baru tanpa harus terlibat langsung dalam jajaran kementerian.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...