Ketahanan Ekonomi RI Diuji Geopolitik 2026, Begini Proyeksi PEFINDO dan S&P

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) bersama S&P Global Ratings menggelar seminar Annual Indonesia Credit Spotlight ke-4 di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (20/5/2026). Acar...

Ketahanan Ekonomi RI Diuji Geopolitik 2026, Begini Proyeksi PEFINDO dan S&P
Bacakan Artikel

Rumah tangga berpendapatan rendah dan UKM dinilai paling rentan jika kondisi ekonomi memburuk. Meski begitu, fundamental perbankan tanah air masih kuat dengan rasio kecukupan modal mendekati 25%.

“Secara keseluruhan, pendapatan dan penyangga modal yang kuat dapat memungkinkan bank-bank Indonesia untuk menyerap pelemahan kondisi kredit yang moderat,” pungkas Ivan.

Kepala Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PEFINDO, Danan Dito menambahkan harga minyak yang tinggi dalam jangka panjang bisa mengikis kepercayaan konsumen. Meski subsidi bahan bakar melindungi segmen mikro, hal ini menciptakan tekanan pada posisi fiskal negara.

Terkait sektor korporasi, Liang Chan melihat sektor komoditas hidrokarbon dan logam akan diuntungkan oleh kenaikan harga. Namun, ketidakpastian muncul dari kebijakan pemotongan kuota produksi nikel dan batubara termal.

“Meskipun rupiah telah melemah, sebagian besar perusahaan tampaknya mampu menyerap depresiasi moderat, dengan dampak terbatas pada margin dan pembayaran utang,” tutur Liang Chan.

Tantangan berat membayangi perusahaan non-keuangan. Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan-2 PEFINDO, Yogie Perdana mengungkapkan adanya tantangan jatuh tempo utang (refinancing) sebesar Rp121 triliun.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: