Ketahanan Ekonomi RI Diuji Geopolitik 2026, Begini Proyeksi PEFINDO dan S&P

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) bersama S&P Global Ratings menggelar seminar Annual Indonesia Credit Spotlight ke-4 di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (20/5/2026). Acar...

Ketahanan Ekonomi RI Diuji Geopolitik 2026, Begini Proyeksi PEFINDO dan S&P
Bacakan Artikel

Dukungan Danantara melalui percepatan penyaluran modal diharapkan menjadi penyangga bagi emiten BUMN terpilih. Sektor komoditas seperti minyak kelapa sawit (CPO), gas, dan emas diprediksi paling diuntungkan karena arus kas dalam denominasi USD.

Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan-1 PEFINDO, Martin Pandiangan menyebut sektor hilir seperti logam dan petrokimia akan menghadapi kendala biaya energi tinggi. Sebaliknya, sektor telekomunikasi dan barang konsumsi pokok diperkirakan terkena dampak netral.

Martin mengingatkan adanya risiko keuangan terkait peningkatan beban utang atau leverage dari belanja modal BUMN. Peningkatan efisiensi operasional menjadi kunci menjaga stabilitas keuangan.

Seminar ini ditutup oleh Komisaris PEFINDO sekaligus Managing Director S&P Global Ratings, Ritesh Maheswari. Sejak 2023, S&P Global Ratings menjadi pemegang saham PEFINDO yang memperkuat posisi lembaga ini di kancah pemeringkatan global.

Pilih Halaman: