Perekonomian Global Membaik, Kinerja Industri Perbankan Indonesia Tetap Resilien dan Stabil

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja industri perbankan Indonesia per Februari 2024 tetap resilien dan stabil. Ini didukung oleh tingkat profitabilitas ROA sebesar 2,52% (Januari 2024: 2,71%) dan NIM seb...

Perekonomian Global Membaik, Kinerja Industri Perbankan Indonesia Tetap Resilien dan Stabil
Bacakan Artikel

Pertumbuhan tersebut utamanya didorong Kredit Modal Kerja yang tumbuh sebesar 12,04% yoy, sementara ditinjau dari kepemilikan bank, Bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu tumbuh sebesar 13,62% yoy.

Searah dengan pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif, baik secara bulanan dan tahunan. Pada Februari 2024, DPK tercatat tumbuh sebesar 0,30% mtm atau meningkat sebesar 5,66% yoy (Januari 2024: 5,80% yoy) atau menjadi Rp8.441 triliun, dengan giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 7,33% yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Februari 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 121,98% (Januari 2024: 123,42%) dan 27,41% (Januari 2024: 27,79%), atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: