Luhut Beberkan Untung Besar di Balik Kesepakatan Dagang Indonesia–AS
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah Indonesia resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat pada 20 Februari 2026 di Washington, D.C. Kesepakatan ini menjadi tonggak...
STOCKWATCH.ID Kalcernomic STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah Indonesia resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat pada 20 Februari 2026 di Washington, D.C. Kesepakatan ini menjadi tonggak baru hubungan ekonomi kedua negara.
Penandatanganan dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama United States Trade Representative Ambassador Jamieson Greer.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyambut positif perjanjian tersebut. Ia menilai langkah ini tepat di tengah ketidakpastian kebijakan tarif global.
“Perjanjian ini memastikan posisi Indonesia tetap kuat dan kredibel di tengah ketidakpastian perdagangan global,” tegas Luhut di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Melalui kesepakatan ini, Indonesia dikenakan tarif resiprokal maksimal 19%. Di sisi lain, sebanyak 1.819 produk ekspor unggulan RI mendapat akses tarif 0% ke pasar AS.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...