Luhut Beberkan Untung Besar di Balik Kesepakatan Dagang Indonesia–AS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah Indonesia resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat pada 20 Februari 2026 di Washington, D.C. Kesepakatan ini menjadi tonggak...

Luhut Beberkan Untung Besar di Balik Kesepakatan Dagang Indonesia–AS
Bacakan Artikel

Produk tersebut meliputi minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, elektronik, hingga mineral penting. Total nilainya mencapai USD 6,3 miliar atau sekitar 21,2% dari total ekspor Indonesia ke AS.

AS juga memberikan tarif 0% dalam kuota tertentu untuk produk tekstil dan apparel. Sektor ini menyerap lebih dari 4 juta tenaga kerja dan menjadi tulang punggung industri manufaktur nasional.

“Akses tarif nol persen untuk ribuan produk unggulan dan sektor tekstil menunjukkan kepentingan industri nasional dan perlindungan lapangan kerja menjadi prioritas utama,” ujar Luhut.

Kesepakatan ini juga memuat kerja sama ekonomi konkret. Indonesia menyepakati pembelian energi dari AS senilai USD 15 miliar. Ada pula pemesanan pesawat Boeing senilai USD 13,5 miliar dan impor produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar.

Selain itu, kedua negara meneken 11 nota kesepahaman bisnis dengan total nilai mencapai USD 38,4 miliar. Kerja sama meliputi sektor pertambangan, energi, teknologi, dan manufaktur.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: