Luhut Beberkan Untung Besar di Balik Kesepakatan Dagang Indonesia–AS
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah Indonesia resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat pada 20 Februari 2026 di Washington, D.C. Kesepakatan ini menjadi tonggak...
Bacakan Artikel
Luhut menilai di sinilah nilai strategis perjanjian Indonesia–AS.
“Dalam situasi seperti ini, negara yang sudah punya perjanjian resmi dengan AS jauh lebih aman,” ucapnya.
AS merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pasar AS menjadi tujuan penting bagi industri padat karya seperti garmen dan alas kaki.
DEN menyatakan akan terus memantau dinamika kebijakan perdagangan AS. Lembaga ini menyiapkan rekomendasi lanjutan kepada Presiden RI agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan kepentingan nasional terlindungi.
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...
- Buat Lunasi Utang, Tower Bersama (TBIG) Siap Rilis Surat Utang US$900 Juta
- Alfamart (AMRT) Tebar Dividen Jumbo Rp1,7 Triliun, Investor Kantongi Rp41,5 per...
- Cadangan Devisa pada Akhir Mei 2026 Tercatat US$144,9 Miliar, Turun 0,89%
- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Surplus US$5,64 Miliar pada Januari-April 202...
- Ekspor Ferro Nickel Dibatasi, Bagaimana Nasib Ambisi Indonesia Jadi Raja EV Duni...
- Pantai Indah Kapuk Dua (PIK2) Pusat Ekonomi Baru, Laba Meningkat di Kuartal I 20...
- Diversifikasi Bisnis, Akasha Wira (ADES) Siap Produksi Permen Jelly, Investasi R...